Minggu, 16 Februari 2014

Inilah beberapa GUNUNG di Jawa Barat yang pernah meletus..


Di Bogor, masyarakat juga kwatir dengan tiga gunung dikawasan ini ikut aktif dan memuntahkan lahar panas sebut saja Gunung Gede yang memiliki ketinggian 1.000-3.000 m. Pangrango dengan ketinggian 3.019 m dan Gunung Salak puncak Salak 1 mencapai 2.211 m puncak Salak 2 diketinggian 2.180 m

Dua wilayah dekat dengan Gunung Salak dan Gede adalah Taman Sari dengan wilayah 2.161 hektar jumlah penduduk 86.906 jiwa di delapan desa, Kecamatan Ciomas luasnya 1630,537 hektar jumlah penduduk 128.885 jiwa di 11 desa..


Berikut adalah beberapa GUNUNG di Jawa Barat (JABAR) yang pernah meletus :

Gunung Galunggung : Tinggi 2.167 meter dari permukaan laut (mdpl) terletak diperbatasan Garut dan Tasikmalaya . Gunung ini telah mengalami empat kali erupsi . Tahun 1882 menjadi tahun pertama letusan GUnung Galunggung dan berlangsung selama 4 hari tepatnya pada 8-12 oktober 1882.


Gunung Cermai :
 Gunung yang terletak di Cirebon, Kuningan, dan Majalengka ini memiliki tinggi 3.078 mdpl. Gunung ini merupakan gunung berapi yang masih aktif sejak tahun 1600-an. Tercatat letusan pertama kali terjadi pada tahun 1863 dan terakhir kali meletus pada tahun 1937.


Gunung Gede :
Gunung Gede terletak sepanjang Sukabumi, Cianjur dan Bogor. Gunung ini memiliki tinggi 2.985 mdpl. Tercatat Gunung Gede pertama kali meletus pada 1747-1748. Letusannya mengakibatkan kerusakan parah . Gunung Gede terakhir kali meletus pada tahun 1972 namun tidak menyebabkan kerusakan apa-apa.



Gunung Guntur
Tinggi 2.249 mdpl ini terletak di Garut. erupsi terakhirnya terjadi pada tahun 1847. Saat ini tidak nampak keaktifan Gunung Guntur, Namun diperkirakan gunung ini akan meledak dengan kekuatan besar dimasa depan.

Gunung Papandayan :
Gunung Papandayan di Garut setinggi 2.665 mdpl ini tercatat beberapa kali mengalami erupsi. Diantaranya pada 1773, 1923, 1942, 1993, dan 2003. Letusan besar yang terjadi pada 1773 menghancurkan sedikitnya 40 desa dan menewaskan 2.951 orang.

Gunung Salak :
Tinggi 2.221 mdpl. Gunung yang terletak sepanjang Sukabumi-Bogor ini pernah meletus antara 1668-1699, 1780, 1902-1903, dan 1935, Letusan terakhir terjadi pada tahun 1938.


Demikian beberapa GUNUNG API di Jawa Barat..

Semoga Bermanfaat untuk pengetahuan warga Jawa Barat khususnya..

sumber : inilah Bogor (harian Lokal)

sejarah pembangkit listrik tenaga surya (matahari)

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS)PDFPrintE-mail
Sejarah PLTS tidak terlepas dari penemuan teknologi sel surya berbasis silikon pada tahun 1941. Ketika itu Russell Ohl dari Bell Laboratory mengamati silikon polikristalin akan membentuk buit in junction, karena adanya efek segregasi pengotor yang terdapat pada leburan silikon. Jika berkas foton mengenai salah satu sisi junction, maka akan terbentuk beda potensial di antara junction, dimana elektron dapat mengalir bebas. Sejak itu penelitian untuk meningkatkan efisiensi konversi energi foton menjadi energi listrik semakin intensif dilakukan. Berbagai tipe sel surya dengan beraneka bahan dan konfigurasi geometri pun berhasil dibuat.

Prinsip Kerja Sel Surya

Sel surya adalah dioda semikonduktor yang dapat mengubah cahaya menjadi listrik dan merupakan komponen utama dalam sistem PLTS.
Gambar Sel Surya sebagai Komponen Utama PLTS
Selain terdiri atas modul-modul sel surya, komponen lain dalam sistem PLTS adalah Balance of System (BOS) berupa inverter dan kontroller. PLTS sering dilengkapi dengan batere sebagai penyimpan daya, sehingga PLTS dapat tetap memasok daya listrik ketika tidak ada cahaya matahari.
Pembangkitan energi listrik pada sel surya terjadi berdasarkan efek fotolistrik, atau disebut juga efek fotovoltaik, yaitu efek yang terjadi akibat foton dengan panjang gelombang tertentu yang jika energinya lebih besar daripada energi ambang semikonduktor, maka akan diserap oleh elektron sehingga elektron berpindah dari pita valensi (N) menuju pita konduksi (P) dan meninggalkan holepada pita valensi, selanjutnya dua buah muatan, yaitu pasangan elektron-hole, dibangkitkan. Aliran elektron-hole yang terjadi apabila dihubungkan ke beban listrik melalui penghantar akan menghasilkan arus listrik.
Gambar Prinsip Kerja Sel Surya

Tipe Sel Surya

Ditinjau dari konsep struktur kristal bahannya, terdapat tiga tipe utama sel surya, yaitu sel surya berbahan dasar monokristalin, poli (multi) kristalin, dan amorf. Ketiga tipe ini telah dikembangkan dengan berbagai macam variasi bahan, misalnya silikon, CIGS, dan CdTe.
Berdasarkan kronologis perkembangannya, sel surya dibedakan menjadi sel surya generasi pertama, kedua, dan ketiga. Generasi pertama dicirikan dengan pemanfaatan wafer silikon sebagai struktur dasar sel surya; generasi kedua memanfaatkan teknologi deposisi bahan untuk menghasilkan lapisan tipis (thin film) yang dapat berperilaku sebagai sel surya; dan generasi ketiga dicirikan oleh pemanfaatan teknologi bandgap engineering untuk menghasilkan sel surya berefisiensi tinggi dengan konsep tandem atau multiple stackes.
Kebanyakan sel surya yang diproduksi adalah sel surya generasi pertama, yakni sekitar 90% (2008). Di masa depan, generasi kedua akan makin populer, dan kelak akan mendapatkan pangsa pasar yang makin besar. European Photovoltaic Industry Association (EPIA) memperkirakan pangsa pasar thin film akan mencapai 20% pada tahun 2010. Sel surya generasi ketiga hingga saat ini masih dalam tahap riset dan pengembangan, belum mampu bersaing dalam skala komersial. 

sumber : kementrian ESDM